Sabtu, 18 April 2026
SANTA MARIA KALIMANTAN
Profil Stasi Santa Maria, Kalimantan
” Fiat Voluntas Tua (Aku hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu)”
Sejarah berdirinya Stasi Santa Maria, Kalimantan
Awal terbentuknya Stasi Kalimantan dimulai dengan masuknya perusahaan, waktu itu banyak umat yang ingin menjadi pekerja diperusahaan namun ditolak dikarenakan tidak punya agama, jadi umat hanya menyerahkan tanah. Suatu hari datanglah Romo Harimurti setelah mendengar kabar tersebut beberapa keluarga pada waktu itu minta dibaptis agar bisa masuk kebun(perusahaan sawit). Setelah peneguhan semakin banyak umat dan anak-anak yang mengikuti untuk dibaptis, ada sekitar 40 orang lebih, dulu ada ketua (ketua umat) namun sekarang sudah pindah islam. Selain itu lama-kelamaan orang bosan dikarenakan seperti merasa ditelantarkan, apalagi dulu akses untuk ke gereja harus menyebrang Sungai Jelai, dan menyebrang ke Stasi Dibau karena di Stasi Kalimantan sendiri belum ada gereja.
Pada dasarnya keberadaan umat Katolik di Stasi Kalimantan berkaitan dengan Stasi Santo Matius Dibau. Pada tahun 1980-an Bapak Iyantoro (sekarang mualaf) menggerakkan masyarakat (umat Stasi Kalimantan) untuk beribadah ke Dibau dengan menggunakan sampan karena belum ada jembatan. Setelah itu mereka dibaptis, ada yang dibaptis oleh Romo Harimurti dan ada yang dibaptis oleh Romo Budi.
Seiring perkembangan waktu Bapak Iyantoro pindah keyakinan menjadi mualaf dan keadaan berubah, semangat beribadah menurun, paroki jauh, Stasi Santo Matius Dibau di seberang sungai agak susah dijangkau dan tidak ada pendampingan umat sehingga ada yang berubah haluan. Saat umat Katolik Stasi Kalimantan sedang berada pada kondisi seperti ini, masuklah para pemimpin dari gereja lain dan langsung berdomisili di Kalimantan, dan agama Islan juga berkembang sampai saat ini. Meskipun demikian tidak semua umat Katolik terpengaruh dengan masuknya keyakinan lain, ada yang masih bertahan sebagai orang Katolik.
Riwayat Santa Pelindung Stasi
Santa Perawan Maria, yang dikenal sebagai Bunda Maria, adalah ibu dari Yesus Kristus, Putra Allah, dan memiliki peranan yang sangat istimewa dalam sejarah keselamatan manusia. Ia dihormati oleh Gereja Katolik sebagai wanita yang dipilih Allah secara khusus untuk mengambil bagian secara langsung dalam karya penebusan umat manusia. Maria lahir dari keluarga yang saleh, yaitu pasangan Santo Yoakim dan Santa Anna, yang hidup setia kepada Allah dan hukum-hukum-Nya. Sejak awal hidupnya, Maria telah dipersiapkan oleh Allah untuk tugas yang luhur sebagai Bunda Sang Penyelamat. Dalam iman Gereja Katolik, Maria dikenal sebagai pribadi yang suci dan penuh rahmat. Kerendahan hati, ketaatan, dan keterbbukaan terhadap kehendak Allah menjadi dasar panggilannya. Panggilan tersebut dinyatakan secara jelas dalam peristiwa Kabar Sukacita, ketika Malaikat Gabriel menyampaikan rencana Allah kepadanya. Dengan penuh iman dan kepercayaan, Maria menjawab, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”.
Kesediaan Maria untuk menerima kehendak Allah menandai awal keterlibatannya dalam karya keselamatan. Ia mengandung oleh kuasa Roh Kudus dan melahirkan Yesus Kristus di Bethlehem. Sejak saat itu, Maria setia menyertai kehidupan Putranya, mulai dari masa kanak-kanak hingga karya pewartaan-Nya. Ia menyimpan segala peristiwa dalam hidupnya di dalam hati dan merenungkannya dengan penuh iman. Dalam kehidupan Yesus, Maria hadir sebagai ibu yang setia dan penuh kasih. Ia mengikuti Putranya tidak hanya dalam saat-saat sukacita, tetapi juga dalam penderitaan. Puncak kesetiaan Maria tampak ketika ia berdiri di kaki salib saat Yesus disalibkan. Di saat penderitaan terdalam itu, Maria tetap setia dan menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada kehendak Allah. Melalui peristiwa ini, Maria juga diterima sebagai ibu bagi seluruh umat beriman.
Setelah kebangkian dan kenaikan Yesus ke surga, Maria tetap hadir bersama para rasul dan murid-murid dalam doa dan penantian akan turunnya Roh Kudus. Kehadirannya di tengah jemaat perdana menunjukkan perannya sebagai ibu Gereja yang senantiasa mendampingi dan mendoakan umat Allah. Gereja percaya bahwa Maria diangkat ke surga dengan mulia dan terus menjalankan peran keibuannya dengan mendoakan umat beriman di hadapan Allah. Bunda Maria dihormati oleh Gereja bukan sebagai Allah, melainkan sebagai teladan iman yang sempurna. Kehidupan Maria mencerminkan ketaatan total kepada Allah, kesederhanaan hidup, kerendahan hati, serta kasih yang tulus kepada sesama. Oleh karena itu, Maria menjadi teladan bagi setiap orang beriman dalam menghayati panggilan hidup Kristiani.
Riwayat hidup Bunda Maria mengajarkan umat untuk senantiasa membuka diri terhadap kehendak Allah, setia dalam iman di tengah suka dan duka, serta hidup dalam kasih dan pengharapan. Dengan menjadikan Santa Perawan Maria sebagai pelindung stasi, umat diajak untuk meneladan iman Maria yang teguh, ketaatan yang total, dan kesetiaan dalam mengikuti Kristus sepanjang kehidupan. Stasi Kalimantan sendiri memilih pelindung Santa Maria sebagai pelindung stasi dikarenakan tertarik dengan kepribadian Bunda Maria, untuk kedepannya mungkin akan terjadi pembaharuan yaitu Gereja Santa Bunda Maria Kerahiman.
Kepengurusan Lingkungan
Ketua umat : Kristina Tati
Prodiakon : Fransiska Yuliana Bupu
Humas : Mukian
Kepengurusan saat ini belum adanya pelantikan, karena stasi termasuk baru yaitu setahun lebih namun sudah ada persetujuan dari paroki pusat, yaitu Paroki MRPD Air Upas kemudian Pra-Paroki Santo Blasius Asam Besar.
Batas Wilayah Stasi
Utara : Desa Air Dekakah
Timur : Desa Pelelaman
Barat : Air Dekakah
Selatan : Desa Pakitsuah Burung
Data Umat
Berikut merupakan nama umat Katolik yang pernah ikut ibadah bersama di Stasi Kalimantan:
Mukian
Magdalena
Petrus Eko
Kristina Tati
Seytianus Putra
Linci
Selyiana
Luvi
Asumui
Didi
Pola Kegiatan Rutin Stasi
Untuk mengadakan kegiatan itu agak sulit untuk menyamakan waktu, karena beberapa ada yangsedang di kebun, jadi masih susah. Walaupun begitu sudah pernah terlaksana:
Misa dilaksanakan di dalam gedung sekolah karena belum memiliki Gereja
Akses penyebrangan dahulu umat Stasi Kalimantan ke Stasi Dibau untuk pergi ibadah ke Gereja
Doa Kepada Bunda Maria
Bunda Maria yang penuh kasih,
kepada-Mu aku datang dengan segala kelemahan dan harapanku.
Engkaulah yang selalu mendengarkan doa anak-anakmu,
dampingilah aku dalam setiap langkah hidupku.
Mohonkanlah kepada Putramu yang terkasih, Yesus Kristus,
agar aku diberi hati yang sabar,
kuat menghadapi kesulitan,
dan selalu setia dalam iman,
Bunda yang penuh cinta,
lindungilah keluargaku,
berkatilah pekerjaanku,
dan tuntunlah aku untuk hidup dalam damai kasih Tuhan.
Amin.