Minggu, 15 Maret 2026

MELIHAT PEKERJAAN ALLAH DI TENGAH PENDERITAAN


Hari Minggu Prapaskah IV

Jawab Yesus: Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia (Yoh 9:3)

1Sam 16:1.6-7.10-13 Mzm 23:1-6 Ef 5:8-14; Yoh 9:1-41
---o---

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang menyembuhkan mata seorang yang buta sejak lahir. Ungkapan Yesus ini patut kita renungkan: orang tersebut lahir buta bukan karena dosanya maupun dosa kedua orang tuanya, melainkan agar pekerjaan Allah dinyatakan melalui dirinya.

Penderitaan, dukacita, kesusahan, dan kejatuhan yang kita alami kadang membuat kita merasa putus asa, bahkan berpikir bahwa Allah telah meninggalkan kita. Namun, hari ini Yesus kembali mengingatkan kita bahwa segala kesulitan yang kita hadapi justru dapat menjadi sarana bagi Allah untuk menyatakan kemuliaan dan pekerjaan-Nya yang melampaui segala pemikiran kita. Hal ini diteguhkan pada bacaan pertama, ketika Allah berfirman bahwa cara-Nya melihat berbeda dengan cara manusia melihat dan pekerjaan-Nya seringkali melampaui pikiran manusia (bdk. 1Sam 16:7b).

Orang buta yang disembuhkan telah mengalami pekerjaan Allah secara nyata dan pengalaman itu meneguhkan imannya bahwa Yesus adalah Anak Manusia yang dijanjikan. Bagaimana dengan kita? Apakah penderitaan hidup membuat kita semakin mampu melihat pekerjaan Allah, atau justru membuat kita menutup mata dan menjauh dari-Nya?


(Fr. Gerardino Ferreri, CSE)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"